September 12, 2016

Restrain Kimiawi pada Kucing

   
restrain kimia kucing
Restrain kimiawi pada kucing (sumber gambar: http://rarerborealis.com/)

    Restrain merupakan metode untuk menghalangi gerakan atau aksi hewan dengan tujuan untuk mengurangi bahaya bagi operator, pembantu operator atau hewannya sendiri. Restrain yang salah mengakibatkan pemeriksaan awal yg kurang teliti, diagnosa keliru dan juga sering menyebabkan kelukaaan hewannya sendiri.

Tujuan hewan di lakukan restrain yaitu untuk pemeriksaan/diagnostic serta untuk medical therapy sebelum dan sesudah dilakukan pembedahan. Pada umumnya, kucing dapat direstrain seperti anjing yang berukuran kecil, tetapi kucing yang agresif dapat menyebabkan masalah karena mereka tidak hanya dapat menggigit tetapi dapat juga menggunakan cakar mereka. Untuk menangani kucing, maka kucing tersebut harus di restrain.
Restrain dapat dilakukan dengan dua metode yaitu restrain fisik dan restrain kimiawi. Restrain kimiawi merupakan cara penanganan hewan sebelum diperiksa dengan cara menghalangi gerak aksi dari hewan menggunakan bahan-bahan kimiawi (obat penenang). Restrain kimia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan kimia, misalnya yang tergolong dalam sedativa dan tranquilizer. Transquilizer termasuk dalam golongan psikhofarmaka, transqulizer adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa takut dan ketegangan, disebut juga dengan minor transquilizer atau anksiolitika, obat ini juga digunakan untuk mengobati keadaan neurosis dengan gejala: syaraf, kegelisahan, kebimbangan, dan tegang dan mudah marah. Yang perlu diperhatikan dalam pemberian restrain secara kimiawi, karena ada kemungkinan obat-obatan yang di gunakan bisa berpengaruh fatal terhadap pasien karena obat yang di gunakan merupakan kontraindikasi.
Restrain kimia dilakukan pada saat tindakan medis yang menyakitkan seperti pembedahan (operasi) yang melibatkan organ dalam maupun pembedahan tulang (ortopedi) tidak memungkinkan jika hanya menggunakan restrain fisik. Tindakan medis yang menyakitkan cukup berbahaya bagi hewan itu sendiri maupun dokter hewan yang menanganinya. Oleh karena itulah kita menggunakan bantuan restarain kimia. Untuk melakukan restrain kimiawi, syarat obat yang dipakai ialah:
  •          Mudah aplikasinya
  •          Aman bagi hewan
  •          Memberikan cukup waktu bagi pelaksana
  •          Efek samping tdk ada/ minimal
  •          Ada antidotumnya (efek kebalikan)
  •          Dosis kecil spektrum luas
  •          Stabil, susunannya, tahan lama bila disimpan, tahan terhadap keadaan lingkungan

 Restrain kimia dapat dilakukan dengan agen farmakologis seperti pemberian obat-obatan acepromazine, medetomidine, maupun xylazine. Pada dasarnya pemberian anestesi dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit baik disertai atau tanpa disertai hilangnya kesadaran. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka tindakan anestesi telah dilengkapi alat-alat canggih untuk berbagai tujuan antara lain demi keamanan pasien serta perlindungan bagi organ-organnya. Berbagai jenis obat juga telah tersedia dipasaran yang memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan. Salah satu metode yang digunakan pada hewan kecil adalah anestesi inhalasi. Obat anestetik inhalasi yang pertama kali dikenal dan digunakan untuk anestesi ialah N2O. Kemudian menyusul eter, kloroform, etilen, halotan, enfluran, isofluran, desfluran dan sebagainya. Dalam dunia modern, anestesi inhalasi yang umum digunakan untuk praktek klinik adalah N2O, halotan, enfluran, isofluran, desfluran dan sevofluran.

Referensi:
Dharmojo, H. 2002. Kapita Selekta Kedokteran Veteriner (Hewan Kecil). Jakarta:Pustaka Populer Obor.
Maddison, J., Page, S., & Church, D. 2008. Small Animal Clinical Pharmacology. Philadelphia: Elsevier .
Gunanti,. 2011. Animal Restraint (cara pengendalian hewan). Bagian bedah dan radiologi, Fakultas Kedokteran Hewan. IPB; Bogor.

Artikel terkait:

No comments:

Post a Comment