May 19, 2016

Lebih baik terlambat atau tidak masuk?

terlambat atau tepat waktu
Tepat waktu
Mungkin disini seringkali melihat ada orang yang biasanya terlambat, entah itu terlambat masuk sekolah maupun terlambat masuk kerja. Terlambat ini ada beberapa sebab dan yang paling sering diungkapkan yaitu terlambat karena telat bangun dan terjebak macet dijalan. :)

Namun seiring berjalannya waktu, alasan tersebut bisa dimanipulasi sedemikian rupa oleh 'telat lovers' menjadi alasan lain yang lebih bermutu dan lebih meyakinkan orang yang diberi alasan. Namun, apa yang terjadi jika kita tidak bisa menjelaskan mengapa terlambat?

Sedikit menyinggung bahwa terlambat ialah kata yang digunakan untuk menyebut orang yang kehadirannya tidak tepat waktu, dalam kaidahnya terlambat merupakan tindakan yang buruk dan tidak layak untuk dicontoh. Mungkin disini seringkali mendengar ucapan 'lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali'. Dari kata-kata tersebut secara logika mungkin memang benar, tetapi bagaimana dengan penerapan kehidupan sehari-hari?

Alasan saya menulis posting kali ini ada hubungannya dengan saya terlambat lho. Sebenarnya hari ini saya tidak masuk sekolah/kuliah karena saya terlambat. Bicara tentang terlambat sebenarnya saya tidak terlambat, namun karena niat untuk masuk kurang jadinya ya ditelat-telatin. Ceritanya begini, kan tadi padi sudah siap mau berangkat (sudah pakai baju formal, dan sudah memakai sepatu disebagian kaki). Eh, seketika itu melihat hp ada pemberitahuan Line di grup kelas bahwa dosen sudah datang. Seketika itupun saya terdiam sejenak sambil berpikir apakah akan masuk dengan kondisi terlambat atau mending tidak usah masuk?

Setelah berpikir sejenak akhirnya memutuskan untuk tidak masuk :(, karena mempertimbangkan bahwa dosen yang masuk ternyata tipe dosen yang marah-marah kalau ada mahasiswa yang terlambat disamping itu pada siang nanti juga akan ada ujian praktikum (jadi tidak masuk sekalian buat tambah bekal belajar *jika memungkinkan*). Walaupun sebenarnya ada dua mata pelajaran namun rasanya males semua mau masuk, jadi sekalian masuk pada saat praktikum saja.

Dari cerita pengalaman saya tadi, maka dapat disimpulkan pilihan lebih baik mana mau masuk terlambat, atau mending tidak masuk itu tergantung dari diri kita ataupun tergantung dari pengampu yang akan kita beri alasan kita terlambat. Kalau pengampunya baik, lebih baik masuk aja paling cuma dikasih tau kalau jangan terlambat lagi lain kali. Namun, kalau pengampu 'killer' boro-boro diijinkan masuk baru mau masuk dan mau menjelaskan alasan tidak masuk, eh ditengah jalan kata-kata alasan yang mau disampaikan di 'begal' dan kitanya disuruh keluar. Kan tambah ngenes kalau gitu... wkwk. Namun intinya diantara pilihan tersebut keduanya merupakan hal buruk yang harus kita hindari. Lebih baik terlambat atau tidak masuk, tentulah paling baik itu masuk dengan tepat waktu.

Dah mungkin sekian dahulu ceritanya kali ini, posting ini dibuat untuk menandai peristiwa hari ini biar kapan-kapan saya bisa teringat lagi dah dengan kisah terlambat ini. O iya, bagi yang mau menyangkal ataupun memberi respon silahkan bisa komentar. Makasih. Salam.

Artikel terkait:

14 comments:

  1. Menurut ane lebih baik terlambat gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip..sip.. berarti ente termasuk golongan orang pejuang :)

      Delete
  2. heheheee.......saya sering banget tuh telat masuk kerja,tapi si bosq malah lebih parah lagi kalau telatnya.hahahaa.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo bos itu mah mau telat atau ga telat ga ada yang marahin wkwk, palingan dikritik dalam hati sama ente wkwk..

      Delete
  3. Replies
    1. wew, cadi ... lanjutkan cad ngeblognya

      Delete
  4. wwkwkkw sama gan, kalau gitu kondisinya ga usah masuk aja.. kena semprot ama dosennya nanti kalau dia lagi badmood

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwk, trgantung tipe dosennya jg sih dipertimbangkan...

      Delete
  5. Sangat menarik kunjungi juga gan http://sf-football.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Sangat menarik kunjungi juga gan sf-football.blogspot.com

    ReplyDelete